Statcounter

Monday, November 4, 2019

Rezeki Tidak Salah Alamat

Biasa sudah kita dengar orang cakap gitu kan?  Baru2 tu, sia jumpa balik sama satu customer veteran sia yg sorang ni. Lama sudah nda jumpa dia. So kami cerita2 la sikit. Entah camana buli keluar dari mulut dia benda ni. "Syukurlah sudah rezeki kau. Selama ni kau selalu kasi free, kasi biar orang bayar ansur2, Tuhan kira semua tu. Pasal tu la dia kasi kau rezeki yang banyak." Actually sia terkejut kejap bila dia cakap gitu. Sebab sia nda ingat pun bikin benda2 tu semua. Only sama customers yang veteran2 mcm dorang, memang sy lebih sikit sabar dari biasa. Sia punya kesabaran dari segi accommodate dorang. Trying to understand apa yg dorang mau dan maksudkan. I have to do it somehow sebab sia rasa bukan semua akan give customers that much attention. If sia nda bikin, mungkin dorang akan terkapai2 mencari di mana yg sudi. So sia selalu anggap benda tu challenge sebab they needed special attention. Tapi sia buat semua tu bukan sebab sia memang ada kesabaran tu. No. Sia buat atas dasar sia kena juga complete tu task. Ada beberapa kali sia try reject, dorang berkeras mau sia bikin. Sebab tempat lain definitely tidak larat mau layan dorang. Maybe ada a bit of perikemanusiaan juga di situ. But I am not really a patient person. It's so easy to get on my nerve. So sia bukan layak kena ingat sebagai the most considerate. I don't always give discount or free gifts. Only when situation yg sia ringan hati. Ataupun sia rasa sudah cukup mahal yang dorang kena bayar, sia sengaja kasi free or kasi ikut one item tanpa kira harga. I mean, my price is already mahal dari biasa, so at least dorang rasa ringan sikit kalau sia bikin gitu. Secara spontaneous ja ikut gerak hati. So sia nda begitu ingat sangat. Until la dat makcik cakap, then baru sia terfikir. Ada juga la kebaikan yg sia bikin kan? Memang kalangan customer yg veteran tu juga, sia bagi kelonggaran dorang bayar dulu apa yg ada. Ada juga yg pernah datang ambil ja tanpa bayar satu sen. Pun sia sabar juga. Entah la, rupanya ada kesabaran "simpanan". Tapi tu cerita lama. 

Is it pasal some kebaikan masa silam, yang memungkinkan kita dapat kesenangan di masa kini? Tapi pada masa yang sama, kita sentiasa bikin benda yang salah juga. Kadang2 kita berkira, mau orang bayar semua hutang, selagi orang nda bayar, selagi tu la kita bising dan mengaus. Cos life ni short, but susah kalau teda rules. Kau kena ikut aturan2 yang ditetapkan. Kau berhutang, kau kena bayar kan? So jangan dulu kita kira jahat orang kalau kita yg menyebabkan dorang jahat. Setakat ini, sia tidak juga mau rebut hak orang. Sia masih mau ikut rules. So, remind me, maybe I'm still in the right way. Biarlah sia masih si lurus bendul yg bikin panas. Anyway speaking of rezeki, actually sometimes kau kena "claim" rezeki tu, baru dia jadi kau punya. Kau nda buli just duduk ja sana and hairan why tidak kau dapat. Or camana pun, jangan lupa. You are nothing, and you are not even great on your own, if's it's not for the mercy of God. Ni sia percaya juga camana pun sia faham yg sia perlu berusaha untuk dapat something. But pernah kan kau usaha camana pun still nda dapat? Thats why it's easier to believe there's another element yg kau perlu. He has to will it before it become yours. 

Syukur apa yang ada dan teruslah melangkah ke depan. Nikmati kehidupan dan explore life dengan cara yang sebaik-baiknya. Hopefully more and more rezeki akan datang sama kita. Amen to that!


No comments: