Statcounter

Friday, December 31, 2021

The Biggest Lesson

 Today is the last day of 2021. Today is also the birthday of my 2 close buddies at work. Today is also the day I re-learn something that maybe I always know but ignore, and that lesson is a like a big slap in the face. Ok, hear this.

We have this jobless friend, who at times we thought was just a nuisance because she liked to bother us with her requests which I think she shouldn't; in her state of being unemployed. Sia sendiri selalu jadi mangsa permintaan dia yang sia rasa unnecessary and sometimes she needs perhatian kami juga dengan cara yg annoying. Maybe sebab dia banyak masa free, she has time to layan benda2 yang we don't have time for. Ada benda yang dia mau cakap, dia suka call2 and berkali2 call biarpun tidak diangkat and I especially sangat jarang angkat call dia cos I can guess, permintaan dia tu mesti yg remeh and buli dicakap di wasap. And dia jenis yang ada temper and benda2 yang kami nda terlayan dia tu mungkin ja bikin dia temper. So situasi tu buat kami rasa pissed juga dengan perangai dia. Tapi other than that, dia still adalah kawan yang baik dan kami ok ja sama dia until dia buat karenah. Another thing is, perkara selamba ja bagi dia untuk minta kirim barang, sedangkan we know she is unemployed, we thought that patutnya dia jangan terlampau terikut2 dengan kemahuan dia mau itu dan ini. Sebab kami risau dia akan membebankan orang keliling dia sebab dia akan suruh beli dulu dan bayar kemudian, tapi dia memang bayar. Cuma dia jenis yg tidak begitu segan utk susahkan orang dulu and fikir yang orang tu berkelapangan dan berkemampuan utk buat permintaan dia. Sangat opposite dengan concept sia yang segan mau susahkan orang macam tu. Ok u guys get the idea now?

So today. Finally God uses His way untuk membuka mata kami. One of the friends yang bday hari ni tu tanpa disangka-sangka terpaksa mengosongkan rumah yg dia tinggal selama 6 bulan atas sebab2 yang tidak boleh dielak. Kawan sia ni pun ada issue yg sama dengan that jobless friend. In fact, dia punya sentimen lagi teruk. She couldn't tolerate her as much as I could. She always tells me to not include that friend dalam out activity mansau sebab dia ada perangai yg tidak disukai and cannot mix with people. Sepa sangka? Hari ini dia almost teda tempat mau bermalam. Dengan sekelip mata. So guess what? Akhirnya jobless friend to juga yang jadi orang yg sangat2 diperlukan masa tu. 

Remember all her missed calls and unreplied whatsapp? Kali ni kawan sia mengadu whatsapp dia belum kena buka and it was almost dark and she got no where to sleep. Dia almost terpaksa pegi hotel and spend banyak duit untuk tidur ja. Luckily dat jobless friend sempat buka whatsapp and akhirnya suruh dia datang pi rumah dia ja kebetulan dia stay sorang di rumah kakak dia selama ni. So sia betul2 nda sangka, dalam banyak benda2 yang kami nampak, ada rupanyan benda yang kami nda nampak. Kuasa Tuhan telah menjadikan dia penyelamat kawan kami yang dalam kesusahan. Suddenly it doesn't matter if dia teda kerja. Dia ada ehsan untuk tolong kawan. Dia buli ja mengelak and membalas balik semua yg dia nda puas hati kan? Tapi nda. Pasal dia la kawan sia ada tempat tidur malam ni. Syukurrrr. 

Syukur juga sebab buat sia tersedar dari leka. Kadang2 kita kena rendahkan hati dan jangan terlalu menghukum kawan yang kurang bernasib baik, biarpun sometimes nda buli dielakkan, tapi jangan rendahkan taraf dia di mata kita just because dia teda kerja. Dia tetap sama di mata Tuhan and bila2 masa Tuhan boleh letakkan kita di position yg perlukan pertolongan dia. And God did just that. 

Satu lesson yang sangat besar. And again God tunjukkan kekuasaan Dia. Thank you, God. I take this lesson as a guidance to lead life as a better person.

Oh Lord. 2022 is coming real soon. Equip us with all the life lessons so far so we can do it much better this time. And help us through every obstacles. Amen amennn. 

Saturday, September 11, 2021

Kau Akan Miss Semua Ini...


Source: Whisper.sh

Do you guys know, whatever that is happening in your life now, you gonna miss it one day?

Yes, read that again. You gonna miss each details of them. Read that again and digest it. 

I'm telling this to myself again to NEVER take anything for granted.

This thought bermula dengan perasan mengeluh when I spent too much time entertaining my friends at work, like my time wasted on empty talk while I should be doing works. Sia selalu mengeluh. Tapi syukur, sia tiba2 sedar balik. Kehadiran orang keliling kita tu satu privilege. Jangan cakap kau akan sentiasa ada kawan2 di keliling kau. No, you just never know. Biarkan dorang meriahkan hidup kau ketika masanya. Benda kecil2 like daily chitchatting, daily gossiping, daily backbiting, tersinggung sana dan sini, let it be, guys. Ini semua warna kehidupan. 

Remember those times you thought u wasted, just spending quiet times arguing over nothing,  munching on the cake and coffee with your sister, yes that too.  are valuable. All those small talks with ur parents, their small requests, those foods you shared, those little thoughts you spared each other, Oh Man, How valuable they are. 

Random Hai dari orang2 yang setakat lalu lalang, macik tukang kopi, pelayan kedai makan yg selalu dengar permintaan kau di tengah2 kesibukan, every smile you exchange with them, treasure that too. Not to mention every act of kindness dari siapa pun, percaya lah, semua itu berlaku sama kau bukan sebab kau hebat, tapi kau diberikan kesempatan untuk menjadi sebahagian dari hidup yang super hebat ini.

Di musim yang sangat mencabar ini, buat kita makin berpijak di realiti kehidupan. Tentang hidup yang cuma sementara. But guess what? Banyak kali kita bahagia kan? Not to mention, segala senyum dan ketawa. Kita si kerdil ni pun pernah jadi sebahagian dari cerita bahagia orang lain pada satu ketika. Punyalah best life ni kan. Macam2 perkara best yang kita lalui. For what, you ask me? Sebab benda2 tu semua telah melengahkan Misi Bahagia kita. Sometimes kita hurt orang yg kita sayang atas sebab2 yang cuma kasi menang ego. Macam la kita ada 100 tahun lagi untuk hidup kan? Bukan sudah cukup kah kita berlengah dan hidup dalam kesedihan dan kesakitan? Lepaskan lah dendam dalam hati. Kenapa mudah kita buang seorang kawan sedangkan kebencian dalam hati kita boleh tinggal dalam jiwa sampai begitu lama. 

Kalau la kita berpikir macam ni, mungkin ramai kita akan tukar cara kita sekarang juga. Mungkin kita akan lebih menghargai, kurang menghakimi. Terima kelemahan sesama manusia dan mencari ruang kemaafan. Hidupkan hal2 gembira supaya makin banyak perkara indah untuk dikongsi. Kita tetap adalah bukan manusia sempurna tapi persetankan semua ketidaksempurnaan itu. Kita raikan persamaan kita. 

Kalau sia mau cakap semua benda yang boleh sia regret, teda guna juga. Yang lepas tu tetap lepas. Sia mungkin ada reason di setiap perbuatan sia. Tapi untuk masa sekarang, sekurang2nya sia makin memahami. Setiap detik dalam kehidupan harus dihidupi dengan penuh rasa berbesar hati sebabbb... Hidup itu satu hadiah yang bukan semua ada. Banyak sudah kita dengar cerita sedih tentang dorang yg terpaksa kehilangan hadiah ini. Sedangkan kita masih memiliki hadiah ni.

Lets not sia-siakan dia, ok?

All the moments today, we gonna miss them one day...

Never take anything for granted again, ever.


Wednesday, July 14, 2021

Sorry, I'm Letting You Go

Earlier this year, my parents decided to do house-cleaning at our other home. So they brought back a few bags and boxes and asked us to choose which to keep and which to throw away. I was so smitten and delighted to find what's inside them. Whoa. My old things that I have forgotten cos I thought I lost them all. Old pictures, cards, gifts, badges, nametags, frames, books, cassettes and many others. If you ask me, these were once my treasure, and still are.

So still, I picked only 30% of them. The rest, I decided to leave them in the boxes and understood that they gonna end up in the garbage bin. Among the things I save is a lyrics log book that I wrote back in secondary school. I remember I was known for my lyric books. I just love songs that much actually. So I decided to keep the book thinking that one day, I might be in the mood to reminisce the old days and have sthing to giggle about. Same with the other things. I thought that they might be useful one fine day when I get all sentimental about the past. Question is, when is that day? Will it ever come? 

Back to reality at hands, even during MCO 3 that has been going on for more than a month now, I have all the time in the world. But what did I do? Almost nothing. I was busy entertaining my thoughts, my moods, looking for things on the net and other things. My room is literally getting smaller. I have less floor to walk on and suddenly it just knocks me. I CAN'T KEEP EVERYTHING. I have 2 bulks of nice clothes that I decided to keep away because my wardrobe just couldn't hold that many. I keep buying new clothes, and my older clothes keep getting in the way. I don't want to be seen wearing the same old things I wore years ago. I mean, WHY should I? The new clothes are wearing to be worn. The bigger question is, until when that I must still hold on to the values of the materials that are once meaningful to me when I still keep looking for new things to own. 

Do you guys get the point? No one's getting younger, right? We only head to the future. We are losing a year in our life everytime. How much forward to I have to look for to have the time to sit and recall the past for the sake of old memories. I realize now that as much as I want to do that, I just don't have the capacity to carry them all. So yesterday, I decided to just throw away the stuff I saved from the old boxes. I have to let them go. They had their time in my life. I must let go of these baggages, because my attitude in keeping the old stuff, reflects how clingy I was to my past feelings. I gotta stop all this. I REALLY DO.

So call that a newly-found wisdom. I wish to unlock more. New memories, my present, my future are dedicated for you. Goodbye PAST. Sorry, I'm letting you go. 

Monday, July 12, 2021

"Go Back Home, My Dear"

Source: https://marriagedynamics.com/


Sia masih ingat last year. First day of Hari Raya 2020. Masa tu sia tidak akan lupa macamana sia dikunjungi simptom panic attack yang masa tu begitu asing bagi sia. Untuk yang ada follow cerita epic sia last year yang sia kena dis sickness, mesti kamu tau apa yang sudah berlaku. 

Masa tu suddenly lengan sia kiri dan kanan mcm numb; lenguh yang teramat sangat. Sia harap benda tu akan hilang kalau sia divert dia dengan buat sesuatu. So I decided to call a friend yang sia belum pernah jumpa. Pernah beberapa kali sia bikin macam tu, suddenly I felt okay, so sia desperately made dat call tanpa tu kawan tau yang sia sedang struggling masa tu, and sia call dia semata-mata untuk help myself untuk alihkan pikiran sama benda lain. Tidak berhasil. Lenguh di tangan sia semakin teruk, sampai sia rasa the whole body is going to go down next. Suara sia menggigil but my friend thought I was nervous so balik2 dia cakap Cool down, cool down. Hahaha. So lepas ja tu call, sia terus tukar baju and asked my sister untuk hantar sia pi clinic yang doctor dia sia sudah pernah jumpa before. I needed someone yang sia buli rely on. Dalam kepala sia tu masa, Kalau la sia pengsan, at least sia di klinik sudah. Masa tu my parents ada di rumah but sia nda expect dorg paham situasi sia tu masa. Tapi dorang rileks ja bila tau sia bergegas pi clinic. Sia thankful betul sebab reactions parents sia tidak memburukkan lagi suasana. 

Sampai ja clinic, tu doc check la benda2 basic. Dia cakap "SEMUA OK. Nothing is wrong with you". Ada kelegaan di hati sia tapi sia ndamau terima bulat2. Sia mau dia kasi sia ubat just in case sia tiba2 kena mcm tu, sia ada benda mau makan. Tapi dia ndatau ubat apa mau bagi sia sebab dia ndatau apa penyakit sia. Tapi surprisingly, masa duduk depan doc tu, kelenguhan tu teda sudah. I felt better masa tu. Tapi sia takut mau melangkah keluar dari tu clinic sebab if jadi lagi balik mcm2 simptom, sia tidak tau apa mau bikin. I remember cakap sama dia, "Doc, sia akan pengsan niii." "Tidak, kau tidak akan pengsan!" Hahaha. I think sia sudah pernah tulis ni benda o before kan? Tapi ndapa, sia tulis ja balik  and akan baca balik apa sia tulis last year pasal kejadian ni. Masa tu, tu doc cakap dia tiada kepakaran untuk benda macam ni. She could only guess sia kena simptom anxiety. Kecemasan sia masa tu seolah2 sia akan rebah dan jalan terus. But do you know that Anxiety doesn't kill? Yes, you read that right.

Ada satu conclusion yang sia mau cakap. Sebab tu doc betul2 hairan sama sia. Sebab sia boleh bercakap dengan lancar, and yet sia mengadu sia mau pengsan. Di mana logik dia kan? Dia tanya, ada family kau di rumah? I said Yes ada. And yet sia still berabis tanya dia, What should I do now kalau tiba2 lengan sia kebas lagi macam tadi? Dia ada kasi a few ideas tapi bila dia tau yang my family ada di rumah, she said, Balik la rumah and berehat sama family kau. (Di sana lah tempat yang terbaik dan paling selamat untuk sesiapa ja, setuju?) So memandangkan masa tu sia ok sudah, sia terpikir balik, kenapa benda yang paling simple tu pun sia nda terpikir ah?

Ya betul. Untuk semua yang pernah kena anxiety atas apa2 sebab pun, no matter apa simptom pun yang sudah kamu lalui, mungkin kita semua ada cerita masing2. Tapi tolong jangan lupa satu benda. Biarpun masa kita sakit tu nerve system tu seolah2 screwed up and kasi kita simptom yg sangat teruk untuk dilalui, tolong jangan lupa satu benda. Iaitu orang2 kesayangan kamu yang sihat walafiat di rumah. Just thinking about them pun sepatutnya bagi kamu satu sense of gratefulness, sense of security yang TIADA di tempat lain. Masa tu since simptom2 sia berlaku di rumah, sia macam takut mau balik rumah. Thanks to dr Helen sebab knocked some sense into me that sia lupa, harta paling berharga sia ada di rumah. Kita sakit kita boleh dapat rawatan. Tapi jangan sampai kita lupa yang kita ada dorang. Kamu tau kan parents kamu akan buat apa ja untuk kamu supaya kamu sihat. Tiada yang akan lebih sayang kamu lebih daripada dorang. Hari2 dorang doakan kesihatan anak2 dorang. So masa tu sampai ja halaman rumah sia nampak family sia di ruang tamu buat hal masing2, hati sia tersentuh. Sempat juga keluar sikit air mata sia. Terus sia rasa apa la juga setakat simptom panic attack tu semua. Asalkan family sia dalam keadaan baik, macam tiada lagi yg lebih penting dari tu.

So dearest friends, go back home. Spend time with your most expensive treasure. Your sickness will heal, but never spend a day not appreciating this God-given treasure. 
  

Friday, July 9, 2021

Kaya Itu Bahagia?


Source: positivesharing.com

Whoever says that Money can't buy happiness, definitely doesn't know how to spend money. Kita besa dengar ni kan? And yes, most of us agree sebab banyak masalah hidup berpunca dari duit yg nda cukup. So bukan kah nyata yang kalau ada duit, banyak masalah akan selesai? Dan bukankah masalah selesai ertinya bahagia?

Just now dalam wasap group bff sia, 2 of them bersuara about situasi dorang yang sangat2 terrible hari ni. Betul2 down. Betul2 unmotivated. Mood yang sangat teruk. One of them sampai menangis di tengah2 zoom meeting (off mic of course) sebab dia sudah ndatau camana mau express. Maybe dia rasa nda terkejar terlalu banyak benda yang dia mau achieve. The other one pula lebih severe situasi dia. Masa2 tengah drive, dia boleh breakdown and suddenly TIRED and drained pasal life dia. Sampai dia buli terpikir, kalau suddenly dia accident masa tu and hilang nyawa, mesti berakhir semua ni. Kami tekejut sebab a bit too extreme fikiran dia kali ni tapi somehow sia faham juga wild thoughts yang buli terlintas di fikiran kita when kita feel down. 

For your info, 2 kawan sia ni adalah category T20 yang mampu kasi sedia kehidupan yang selesa. Both ada family, ada kids, and hubby yang commited sama family dan kerja yang bagus. Dorang ni dari zaman matrix memang jenis berwawasan. Apa yang dorang ada hari ni setimpal sama kelayakan dorang. So untuk datang ke satu point yang dorang rasa mau give up live, of course orang akan tanya, KENAPA? Kenapa dengan kekayaan yang kamu ada, kamu masih tidak bahagia?

Tadi terbaca berita pasal aktress Indo Nia Ramadhani sama laki dia, kedapatan memiliki dadah and mengaku sudah terjebak dengan dadah sejak 5 bulan lalu gara2 tertekan dengan situasi pandemik yang ada sekarang. Laki si Nia tu antara orang terkaya di Indo. Ada anak2 yang comel dan sihat. Kekayaan yang semacam itu, kompom la nasib dorang nda serupa sama orang2 yang kelaparan sebab kehilangan kerja, hidup gelandangan sebab teda rumah dan teda la dorang dengar tangisan anak2 dorang yang mau susu atau menggigil kesejukan di musim2 pandemik yang sangat sukar ni.

Sebenarnya kita sudah tau tapi kita lupa. Walaupun miskin itu biasanya sengsara, KAYA itu tidak semestinya bahagia. Bukan untuk kasi sedap hati mentang2 la sendiri nda kaya, lepas tu saja ja mau cari point utk kasi jatuh orang yang kaya. No. It's reality, ladies and gents. Mungkin financial status kita berbeza. Tapi demand hidup kita pun berbeza. Mungkin  sebab orang kaya tu mampu, dorang cuma mau ada Ferari baru dikira happy. Tapi orang yang biasa2, ada motor pun happy sebab mudahkan perjalanan pi tempat kerja. Jadi Bahagia itu kompom la bukan diukur sama berapa banyak duit yg kau ada, tapi sejauh mana kemahuan hati kau dapat kau penuhi.

Mungkin kita perlu consider KESEDERHANAAN itu juga satu KEKAYAAN. Sebab orang2 yang sederhana ni permintaan dorang tidak membebankan diri dorang. As for orang kaya, sia sendiri pun belum pernah rasa jadi orang kaya, TAPI sia pernah terpikir yang jadi KAYA itu menakutkan. Sia takut sia tidak nampak nilai benda2 yang berharga untuk sia sekarang. Sia takut hilang nikmat menghargai benda2 kecil dalam life yang mampu buat sia happy. Sia takut sia tidak akan berpikir macam cara sia berpikir sekarang yang tau nilai usaha dan penat lelah untuk earn money yang tidak seberapa dan tau nilai setiap sen dan ringgit. Tapi sia suka merasa kehidupan dengan cara gitu. I seriously do. Sia takut nanti sia kaya, benda tu semua jadi remeh. Sia akan jadi manusia yang susah puas dan susah menghargai. Tapi sukur kalau la berpeluang menjadi mampu, boleh memberi sama yang susah. Senang cakap, nda kisah apa status kewangan kita, kita kena fix kita punya happy points. Biarlah kaya atau tidak, bahagia itu FREE kan? Jadi kita kejar seja tu bahagia dalam apa keadaan sekali pun. 

Kadang2 kau berada di satu sudut hidup kau yg hanya perlukan kehadiran kawan2 kau untuk buat kau rasa bahagia dan cukup untuk survive detik itu. Jadi sekaya mana pun kau, jangan lupa yang duit tidak menjadikan kau kebal sama masalah hidup. So tidak payah la terlampau sangat mengejar itu kekayaan sampai akhirnya itu kekayaan ja yang kau ada. Biarlah biasa-biasanya ja, yang penting dulu-duluan itu bahagia :)) 

Sunday, July 4, 2021

"Bukan Level Kita"

These days kan, sia banyak reject kerja. Sampai kawan2 sia pelik. Sandi juga si 256 ni? Memang susah mau elak apa pandangan orang sama apa yang kita bikin. But we cannot blame them. You know what? Sebab dorang bukan ada di sana bila semua ni bermula. 

Dulu sia pun pernah fikir kawan sia macam tu. Dia lagi senior dari sia. Tapi dia memang memilih kerja. Kalau setakat kerja remeh2 dia ndamau bikin. Sekali imbas macam dia ndamau kalau setakat yang upah murah2. Salahkah untuk dia buat gitu? Pada masa tu sia rasa dia Mengada, Tinggi diri, dan yang sewaktu dengannya. Or dengan perumpamaan yang lebih kasar, "Macam la bagus sangat. Apa lagi kalau yang menilai kita tu lebih berduit dari kita, nampak pula kita reject2 kerja, dorang mesti rasa kita si miskin yang sombong. Hahahahaa. Well, maybe ada betulnya cos kerja kami ni memang bukan bikin kaya pun.

Tapi let me just tell you. Sia sudah pernah rasa jadi beginner. Harga yang sia letak untuk masa dan tenaga sia betul2 serendah yang mungkin. Sia beralah demi mencari pengalaman. Sia rasa diri sia sangat kerdil masa tu. Tapi orang2 ni tidak tau camana sia bermula. Jerih payah sia masa tu, cuma sia ja tau. Sampai ada customer cakap, "Kau caj terlampau murah ni. Kasi up sikit caj kau." Dia pun kesian sama sia tu masa, sebab seolah-olah tenaga dan masa sia teda harga.

So selepas bertahun-tahun dengan progress yang sikit2, sia finally faham kenapa kawan sia yang senior tu cakap "Bukan level kita lagi yang bikin kerja ni". Masa tu sia disagree with him. Sedar nda sedar, sia slowly becomes like him. Sia memilih sudah. But wait, sia memilih ni bukan perkara baru. Sia sudah start bikin ni sejak a few years ago. Customers yang sudah bikin masalah sama sia, sia reject. So you know, duluan lagi sia pilih moral values daripada untung. 

Tapi sekarang, sia tambah kriteria untuk memilih. Iaitu, "Is it worth my time?"

So lets make it simple. I know I've done it so many times. Sia sudah pernah berjaga sampai malam, berwasap sama customers hanya untuk benda yang sepatutnya simple. But semua kesabaran sia, keikhlasan sia, sudah sia curahkan bertahun2 untuk customers2 sia yang sia betul2 hargai. Tapi betul kawan sia bilang, sebab benda tu kita sudah terlampau banyak kali bikin, tiba masanya benda tu dibuat oleh dorang2 yang baru start macam kami dulu. Bukan pasal kami bagus, tapi it's natural to pilih apa yang deserve energy and masa kita yang makin banyak komitment dalam kepala seiring sama umur yg meningkat. 

Macamana pun, sia tetap akan bikin juga kerja2 gitu kalau masa tu mengizinkan. Sia masih tidak jera untuk mudahkan kerja customers2 sia. Cuma kekangan tu sia akur. If you ask me, sia masih mau tu semangat berkobar yang sia ada masa sia mula kerja. But guys, kita semua rasa impact pandemik ni. Biasalah bila rasa lost kejap. Mau rebuild tu semangat dan macam2 lagi "kerja dalaman" yang perlu dibuat iaitu mental dan emosi tu kena recharge biarpun sometimes rasa weak. 

Lets not give up, ok? Get up dari teruskan perjuangan.

Sunday, May 23, 2021

Work Hard, Play Hard

Source: Quora.com

Kamu notice ka ada certain friends kamu yang kamu nampak macam kuat jalan, kuat makan di luar masa weekend, macam kerja dorang membazir ja. Sudah la susah mau cari duit kan? Especially yang kerja sendiri, kais pagi makan pagi, kais petang makan petang. But sekali membuang duit, macam teda hari esok. Pernah kamu berada di tempat org yg memerhati and muncul fikiran macam tu? Okay difahami. Tapi orang2 ni, kamu nampak ka struggles dia di hari2 bekerja?

Sepa yang tau kan? Sometimes dorang sampai ja rumah, nap awal untuk dapat energy, bangun dan bubut kerja sampai subuh. Bangun awal pagi, bersiap awal pagi sampai ofis. Kerja yang nda siap tu sambung bikin lagi. Masa tu mungkin orang lain ada yang masih tidur. Dorang makan breakfast ja and then petang baru makan lagi bila sampai rumah. Lunch biasa skip supaya nda buang masa kerja. Ni lah cara dorang2 ni berusaha untuk bikin task masing2. Yes, behind closed doors. Nda semua dicanang. Yang penting, kerja siap, customers puas hati. Lain ceta lagi kalau yang ada hal berbangkit. Kerja 1 hari jadi 1 minggu. So struggles dorang ni orang tidak perlu tau. Masing2 jaga kerja masing2. 

So bila sampai masa cuti atau hujung minggu, of course it's easier to share pictures pi mansau, pi makan2, pi shopping la, orang nampak macam berboros nda ingat esok. Ada ja masa free mesti cakap pasal mau beli kasut la, baju la, beg la, semua yg mengundang keborosan. Seolah-olah teda la kerja lain. Asyik membuang duit ja. Sedangkan kau rasa kau lagi berduit dari org tu, tapi nda pula kau macam dorang. Okay, sia faham. Kalau orang tu menyusahkan kau, pinjam duit kau tapi nda bayar sedangkan boleh bermewah2, itu lain cerita. But now lets just talk about those yang actually fall in the category of Work Hard, Play Hard.

I like to mansau sebab dia meluaskan pandangan dan kasi chance kita create new memories, connect with enviroment, dapat ilham baru, sedut udara di tempat baru, oh gosh, punya rewarding. Peluang yang ada tu rugi untuk dilepaskan. Before pandemik lagi, sia sentiasa grab tu chance untuk explore tempat baru yg nice. Take pictures, take videos untuk kenangan. Sebab ingatan kita ni singkat. Tu semua akan jadi harta hari tua. But then usia kita meningkat. Ada masa muda yang sudah kita bazirkan. Some of us start late. Sekarang baru sedar betapa bestnya jalan2 tengok tempat baru. Tapi ndapa, better late than never. Tapi yes, aktiviti ni memang memakan masa, duit dan tenaga. Boleh ja kita banyak alasan cakap, Eh, malas la. Teda duit. Mau rest lah. Bagus lagi tidur. Semua alasan ni sia pun buli guna juga. Tapi cukup lah. For me, ini la masa dia sia mau tebus balik semua masa2 zaman remaja yang sia bazirkan dengan tidak cuba benda2 baru, yang asyik mau play safe. So ini masing2 punya cara ikut kemahuan masing2. Yang pentingnya adalah? Adalah apa?

Masa Kerja kita Kerja, masa Enjoy kita Enjoy.

Of course work is more important kalau kita terpaksa memilih, tapi kerja tu boleh kita siapkan. Dan camana kita atur priority hidup kita seharian untuk siapkan kerja yang mendatangkan pendapatan. Itu cabaran kita. Nda juga buli sentiasa hidup beralasan. Ini la gunanya akal untuk cari jalan untuk semua masalah. So untuk apa semua ni? You know the answer already kan?

Yes, BALANCE. That's why the saying goes Work Hard, Play Hard.

Kita kerja and kita enjoy secara seimbang. Ndapa kalau sekali sekala salah satu tu berlebihan, tapi aim kita sentiasa mau dua benda ni sama rata. Masa kita berupaya dan bertenaga, ini lah masa untuk kerja. Enjoy pun macam tu juga. Tidak perlu tunggu sampai betul2 ada duit, ada masa, baru mau jalan2. Sebab masa tu mungkin kita tidak ada tenaga yang macam sekarang. That's why, kalau sudah ada kesedaran pasal Balance ni, jan tunggu bisuk lusa, sekarang juga kau bikin. Ok kamu agree?

So just because kau ndatau camana dorang struggle dalam kerja dorang, terus kau judge dorang macam2 bila nampak dorang enjoy sikit. Besanya yang suka judge ni mesti yang belum jumpa tu WORK = PLAY. Kalau pun kau fikir kau tau but still nda setuju dengan cara orang lain, selagi dorang nda guna duit kau atau menyusahkan kau, fahamilah yang dorang sedang memaksimakan hidup dorang. Rest assured, dorang sudah jumpa tu formula Work = Play. Lets try to be one of them and kita sama2 kerja kuat, sama2 enjoy, sama2 Happy. Confirm teda objection kan? Yeah, lets do itttt :))

Thursday, May 13, 2021

The Phases

About 2 weeks ago, my bestie spent 7 hours chit chatting with me. As a busy woman, it surprised me that she chose to spend her off day mostly at my office, and guess what, we shared a lot of things and I was so amazed at her thinking. I mean, she might sound like she lost her mind sometimes but just don't take it wrongly. She's squeezing the most from her hyperactive brain. So I want to hilite something from that  chitchatting. 

It started off when she reminded me, that guys are usually very different at the courting stage. They'll say yes, they'll agree, they'll do just about anything in your favour, just so you feel good and entertained. But please don't expect them to remain the same after you guys enter another stage. Well, I was not surprised at all. I always know that guys love the thrill of the chase. So I asked her, Do you mean to say he doesn't love you the same after marrying you? Referring to her husband whom I also know. Because she kept referring to herself when she made those statements. Yet, she disagreed. It's not about change of heart. But it's just The Phases.

So she made another example. Her firstborn is now 13 years old. She always argues with her about Attention. Mommy, you don't love me anymore? She said, Of course I love you! But your sister needs more attention since she's still small. So she uses this as an example how to explain about The Phases. That it's just the next thing for them so they have to treat it according. Just like us. We can't forever act like we are 18. We will have to adjust and change, but we are still us. You guys get that?

So ladies, sometimes we want to be treated so special just like how it starts during flirting and courting. We want forever to feel like a princess. But men might see it differently. When they feel a bit more comfortable, they slowly strip you off some princess treatments. Less sugarcoated. Less beating around the bushes. In other words, they are becoming more and more like their real selves. Maybe that's what they plan on consistently doing. Cos nobody can act or fake forever right? But again, according to my friend's theory, lets not look at it in a bad way. Make peace with the reality that being real is what everyone wants to end up doing. Anything else is just too much effort and it's tiring. Ladies, does this sound familiar? That you don't like how it turns out but you just are just warming up about the idea that you'd like to see how far it goes. Does the idea of The Phases turn you off?

Maybe we should go at it in a fresher approach. Lets just accept and anticipate about The Phases. Lets cut all the unnecessary emotion setbacks that delay more happiness to happen to you. Lets just focus on Being Happy. So now when your partner starts to be more real with their emotions and attitudes, deal with it as much as you think he's worthy of. If he's worthy your understanding, give it. One day when you start thinking that he's no longer worthy, maybe it's not meant to be. But speaking of The Phases. Let them roll out. Let them happen and deal it with maturity. We are not going to be forever young. Far from being immortal. This is our life, this is our journey. Lets give our best fight and claim the reward. 

Saturday, March 13, 2021

Wanita Yang Hebat Itu...

Tajuk yang biasa didengar tapi let me just try this again. I'm sure each one of us ada Wanita Hebat dalam hidup masing2. Tapi pernahkah kamu terfikir, Wanita Hebat itu mendapat kehebatannya dari mana? Adakah dorang dilahirkan ja pun sudah ditakdirkan untuk jadi hebat?

Lets go straight to the point. TIDAK. Sebagaimana dorang ditakdirkan lahir sebagai perempuan, yes itu takdir. Tapi untuk dia menjadi hebat, TIDAK, tiada perempuan yg dilahirkan hebat. Dorang akan lalui zaman jahil, zaman naif, zaman yang penuh dengan kesilapan bodoh, zaman yang dorang mengulangi kesilapan tu berkali2, zaman kejatuhan, zaman kehancuran hati, WOW!! Sadis bunyi dia kan? Imagine la hati wanita yang dilahirkan gitu lembut, lalui macam2 kepahitan and yet, kau masih nampak dorang ada pada hari ni dan, mengatur langkah dengan penuh harapan dan terus menghadapi hari2 yang mendatang.

One day you come to them and tell them something, that kau rasa dorang Wanita Hebat. Kau kagum sama dorang. Mungkin kau kagum tengok sifat dorang. Kau kagum tengok kecekalan dorang. Kau kagum tengok ketegasan dalam kelembutan dorang. Sometimes you lost for words mau describe sama dorang camana hebatnya dorang di mata kau. But now you know yang dorang mengalami proses metamorfosis yang bukan calang2. Makin hebat dia, makin teruklah liku yang berjaya dia lalui.

So jangan expect perempuan yg kau jumpa 10 tahun lalu, adalah masih sama dengan yg 10 tahun kemudian. Mungkin 9 tahun tu dia statik, tapi tahun ke 10 dia alami segala2 perubahan yang drastik, dia tetap adalah berbeza bila kau jumpa dia balik. Tapi trust me on this, makin banyak heartache dia, makin banyak air mata dia, makin banyak kegagalan dia, antara dua ja, sama ada dia terus kecundang, atau dia bangun balik. Yess, yang bangun balik ni la yang akan impress dan sentuh hati ramai orang. Sebab dorang ada kekuatan yg luar biasa. Kekuatan yg dibina dari kesakitan. Tapi dorang tetap manusia biasa. Dorang mungkin hebat tapi tidak semestinya dorang boleh jadi sempurna di mata kau. 

Dorang tetap manusia biasa. Mungkin dorang masih ada trauma dan phobia. Mungkin dorang masih ada keraguan. Mungkin dorang masih bersyak wasangka. Apa pun dan mcamanapun dorang, now they know what to do and how to do it. Sometimes they become overprotective terhadap diri dorang sebab dorang belajar dari masa silam. Setiap pengajaran tu dorang guna. So maybe you just have to accept Wanita Hebat itu sebagaimana diri dia yang kau kenal. Sebab bukan senang untuk dorang yang akhirnya menjadi wanita itu :))

Thursday, March 4, 2021

Yang Paling Staring

Sia dedicate ni post untuk kawan sia yang paling staring. And I mean it. Cos today is his birthday. 

Well, cerita dia sama sia ni bukan setahun dua. Should I say masuk 12 tahun sudah kali. According to him, sia kasi limpas2 ja dia selama ni. Hahaahaha. Nda juga bah. Camana pun sia ada kesibukan, sia ingat bah kewujudan dia. Dia sama sia ni macam pipit dan enggang. Dia punya kawan ada beribu-ribu lemon, sedangkan sia buli dikira dengan jari. Buli2 dia cakap kawan sia cuma secebis ja, which is betul juga la. Biarpun sia selalu remove friends dari list, tapi dia ni sentiasa terselamat. Ertinya I still want him in my list. 

So sepa sangka, kami diberikan kelapangan untuk get in touch again. Kira work of destiny la ba tu sebab teda sepa yang merancang untuk jalan hidup kami begitu dan akhirnya we are actually closer than we ever were. Banyak benda yang sia baru sedar pasal dia ni selepas spending banyak masa talking and sharing. Dia punya staring tu memang nda buli dinafikan. Banyak benda yang buat sia cakap gitu. But most importantly dia punya persistence and consistency untuk terus berkawan sama sia biarpun banyak liku2 hidup yg kami masing2 lalui. Biarpun dia dikelilingi oleh orang2 yang hebat, tapi dia buli tinguk juga si 3 digit yang halimunan dan pelik ni. Or maybe memang dia ada taste yg pelik juga untuk still mau berkawan sama sia? Maybe pasal ada elemen misteri yg belum terungkai kali ah? Hehe. Or ndapaa, lets find out once all the mysteries are unfold. 

Anyway, today is his birthday and sia mau dia happy cuma sia ni terlalu la kerdil untuk bikin orang happy, so sia harap benda2 best akan berlaku sama dia todayyy biarpun bukan dari tangan sia. Sia kebetulan sangat busy pula untuk hari ni so at least ada la yang sia tulis di blog sia dalam masa2 yang sia sangat mengantuk dan kerja pun belum siap...Hahahahaa. Speaking of time management, 256, u seriously have issues with that. 

So maybe I'll write again some other time about him kalau ada benda yang sia mau share la. Tapii at least for now, for me he's kawan yang worth having. Sia tau dia pun memang suka berkawan sama sepa ja, tapi mimang sia ja yg paling luarbiasa dan bukan calang2 urang yg buli terus bertahan dan bersabar untuk berkawan sama sia ni. Tapi dia buli. Dan despite balik2 terasa hati sama sia, dia still tidak give up on being friends with me. Sampaikan sia decided to give him VIP pass, yang according to him, pass yang sudah expired, berhabuk dan teda sudah urang mau dikasi barulah terpaksa kasi dia. Hahahahahaha. INDA. Sia cakap lagi balik ah. Lebih senang hidup sia nda kasi VIP pass sama sepa2. So jangan cakap as if tu pass sudah expired. At this point, kalau kau nda layak dapat tu pass sia rather not give to anyone. Trust me dia at least percaya how selfish and how self-centered I can be. Mau nda mau dia tepaksa akun jua yang dia memang Staring baru buli dapat ni pass. And I mean it.

Thanks for being the most loyal of them all. Sampai sini pun oredi kau paling loyal jadi nda jua sia expect lebih dari tu sebab sia ni pun bikin meradang, bila2 masa ja akan kasi naik darah kau...LOLS...Eh, sia assume kau sedang baca la ni ah. Have a nice day today ah. Enjoy your day and sia harap, if nothing else makes u happy, buli ka sia jadi reason kau happy today? Sebab kau ada sia sebagai kawan kau. Sia tau lamaaa kau tunggu untuk dapat access VIP tu, tapi so far, I hope kau enjoy the VIP pass biarpun banyak kekurangannya. Hehe. Kesabaran kau tu penyumbang kepada kestaringan kau sooo sia cakap tingkiut awal2 untuk semua kesabaran yg bakal kau ada di masa depan untuk handle manusia pelik satukur tu. Hahahahahaaha.

Happy Birthday kawan sia si yang paling Staring ni. Sia harap impian kau dapat kau capai dan kau Berhak untuk tu semua. Thanks for being a good friend of mine :)) Kau still pemegang rekod yang Paling Staring :))

Note: Sia tulis ni dalam keadaan mamai2 sebab too sleepy sudah, so hopefully next time sia tulis pasal kau, akan lebih baik dari ni la k... but sia nda risau, u can handle this. Jan lupa yang kau tu la yang paling staringgg. 
  

Friday, February 26, 2021

Awesome To Some


Kita semua Awesome dalam Sesuatu.

Ada yang dilahirkan sebagai pendengar yang baik. Ada yang dilahirkan sebagai penasihat yang baik. Ada yang berbakat dalam menyanyi dan menari, ada yang pandai melukis, ada yang pintar dan berIQ tinggi, ada yang kreatif, ada yang bijak merancang dan berstrategi, ada yang cekap komputer, ada yang pandai masak, ada yang rajin dan pembersih, WOW...hebatnyaaaa kamu2 semua kan? Not to mention yang ada fizikal yang menarik, senyuman yg manis, wow woww. Sampai bisuk nda habis kalau mau senarai semua.

Of course mimang yang cipta kita tu juga la patut dapat pujian yang pertama. Sebab keunikan kita tu buatkan kita saling melengkapi. Dia nda jadikan sesiapa SEMPURNA dan teda sepa yang memiliki segala-galanya. Dia bagi kita satu pakej Kelebihan dan Kekurangan yang kita kena terima dan cabaran kita adalah untuk menjalani kehidupan yang kita mau berbekalkan pakej yg dibagi sama kita ni. Yes, most of you already know, of course la kita guna yang Kelebihan tu sebagai senjata untuk mencapai apa yang kita mau. Ada juga yang terus berjuang mencari kelebihan2 baru yg boleh dipelajari, boleh dilatih. Ikut masing2 jaa macamana memacu diri untuk hidup yang maksimum.  

Ada masa kita rasa tewas dengan kekurangan kita, kadang2 penerimaan orang dengan personaliti kita tu tidak macam yg kita mau. Kawan tikam belakang, kekasih curang, boss tidak berngam, saudara mara pula asyik mengumpat pasal kita, Well, tu semua boleh ja berlaku pada sesiapa. Sometimes kita rasa down dan terlupa nilai diri kita di mana. Familiar, right?

Point sia sini adalah, jangan lupa yg bukan misi kau di dunia ni untuk mencari kesempurnaan. Kau cuma perlu jadi diri kau dengan berbekalkan kelebihan kau. Jadi laa diri kau yang ITU. Jangan la cari beribu batu sampai terlupa harta tu ada dalam diri kau. Mau contoh? 

Dalam capacity diri sia sendiri, sia sudah puas mengira kekurangan sia selama hidup sia ni. Banyaknya ya ampunnn. Pernah jatuh tersungkur berkali-kali juga. Nda buli kira sudah berapa kesiannya sia sama diri sia ni sometimes sebab dikasi personality yang sebegini rumit. I quit trying. Sia terima kelemahan diri. Tapi personality yg rumit ni datang sama2 dengan sifat senang menghargai. Jadi sia hargai sisi baik diri sia yang nda la sebanyak mana. Tapi guess what, dalam yang sikit2 tu tapi kalau kesyukuran tu tinggi, dia rasa Penuh dan Cukup. So berbekalkan dengan kelebihan yang tidak la banyak tapi disertakan dengan kesyukuran, sia rasa cukup untuk sia simpulkan bahawa:

Kau bukanlah dijadikan untuk  jadi Awesome untuk Semua orang. TIDAK. Kau ada misi kau tersendiri. Jan kau risau sama beribu orang di luar sana yang tidak berpeluang kenal sama kau. Yang seberapa kerat ada di depan kau ni ja yang kau patut ambil kira. Kalau kau dapat sentuh life dorang dengan cara yang dorang ndakan lupa, ITU LAH MISI KAU yang sudah kau penuhi. Cukup lah untuk jadi Superman/Superwoman kepada orang2 ini, jangan kau peduli yang di luar sana yang tidak ditakdirkan untuk senada seirama sama kau. Dorang ada cerita dan misi masing2 juga. So percaya la biarpun ada beribu orang cakap kita ni "Biasa-biasa" or "Teda-teda", or even pandang kita sebelah mata, like I always say, PEDULI APA? Sebab sia tau, untuk beberapa orang yg dijadikan ada mata untuk nampak kelebihan sia, sia cukup hebat di mata dorang. Itu sudah cukup. Sia nda perlu yang di luar sana tu. Apa guna kalau ada beribu kenalan tapi teda yang betul2 rasa kita Awesome? So cukup lah kita cuma Awesome to Some but kita betul2 awesome di hati dorang. Bukan awesome setakat di mulut dorang tapi they really mean it. So itu pun sudah betul2 rewarding, more than words can say. 

So to the Awesome people out there, teruskan ke-awesome-an kamu tu and Please shine everywhere you go and who knows we will be the in each other's Awesome List. Go ahead and be in mine, be my guest :))

Saturday, February 20, 2021

Nangis Dulu Ketawa Kemudian

Ini cerita sorang kenalan yang jauh lebih senior. A single mother yang merantau ke Sabah dari Johor. Dia ni umur sudah kategori warga emas, tapi dia nampak more than 10 years younger kalau tengok dari luaran dia. Comel dan cerdas. Plus dia ni bukan calang2 perempuan juga sebab dia ada sejarah kerjaya yang bagus semasa dia muda. Ada banglo harga 3.5 juta di hometown dia hasil titik peluh dia jadi contractor. Tapi tu lah, dia banyak kali gagal dalam perkahwinan. Kalau orang lain mungkin sudah serik. Tadi dia tidak. 7 tahun dia merantau ke Sabah, sentiasa berharap jumpa seseorang yang boleh jadi teman hidup dia.

Banyak2 hubungan dia sama lelaki, ada beberapa kali ura-ura mau ke fasa seterusnya. Tapi ada ja masalah. Tapi kes yang berlaku hujung tahun lalu betul2 yang paling teruk dalam pengalaman hidup dia. Sorang pesara guru ni berkenan la sama dia. Dan beriya-iya mau kawin dia. Sampai dia bawa dia jumpa keluarga dia di 3 lokasi yang berbeza, buat majlis makan2. Keluarga2 lelaki tu suka dengan kakak ni yang memang pandai bawa diri. Lelaki tu duda kematian bini, seorang yg berharta dan paling penting, sudah canang dengan semua orang dan berjanji untuk jaga kakak tu dengan kawin sama dia. Sudah cakap sama adik beradik kakak tu lagi dari fon. In fact, dorg sudah shopping beli cincin dan baju untuk majlis pertunangan.  3 hari sebelum hari tu, tiba2 lelaki tu wasap dia cakap pertunangan tu nda jadi. Dia suruh kakak tu sembayang hajat utk diminta petunjuk jodoh. So masa tu kakak tu tergamam nda pecaya yang semudah tu lelaki tu cakap begitu. Dia down habis sampaikan dekat mau gila memikirkan rasa malu orang keliling yg sudah tau pasal tu. Sampai sekarang dia tidak tau apa sebab lelaki tu buat keputusan begitu. Dan dia masih sakit hati yang tidak terkata. Masa cerita dengan sia tadi pun dia keluar air mata. Perasaan dibuang macam sampah yang disapu masuk parit, itu la yang dia rasa. Dia cakap dia plan mau tulis surat sama lelaki tu sebelum dia balik Johor. Dia mau tulis yg mudah-mudahan anak perempuan kau nda akan kena macam yang sia kena. Wow. Padu gilaaaa ayat dia. I said, YES, sia sukung. Mana buli dia suka2 buat perempuan gitu? Langsung tidak bertanggungjawab. Nasib baik kakak ni kuat. Kalau sia yang kena, entah apa la yang akan berlaku. Tapi memang perlu satu tamparan hebat untuk kasi penutup, memandangkan lelaki tu langsung tidak pedulikan kakak tu sudah selepas tu. Nda patut kan?

So, baru tadi dia bagitau sia satu rahsia yang dia simpan and baru tergerak hati mau bagitau sia dan minta pendapat sia. Rupanya masa hati dia sedang terluka tu, dia dapat message dari satu orang lelaki asal KL yang berminat mau kenal dia. Lelaki tu terus terang dia sudah ada 2 bini. Selepas dorang chat for a while, tu lelaki menyatakan hasrat dia untuk kasi jadi dia bini ke 3. Sebab dia ada kemampuan dan dia teringin mau jadi orang yg menjaga kakak ni apa lagi bila tau dia ni ibu tunggal. So niat dia tu nampak ikhlas. This part, kita masih boleh meragui, apa lagi yang dorang memang belum pernah jumpa. Bukan nda biasa kita dengar cerita orang kena scam guna janji2 palsu ni. TAPI...akhirnya lelaki tu buktikan. Buat masa ni kan belum boleh rentas negeri, jadi dorang memang belum boleh jumpa.  Tapi dorang selalu video call so sudah tau camana rupa masing2. Tapi yang menariknya, selepas lelaki tu cakap hasrat mau jadikan dia bini ke 3, dia sudah mula menjaga hal ehwal kakak tu. Dia tanya apa sumber pendapatan dia, berapa sewa dia, di mana dia mau pegi, apa dia mau beli, and guess what? Dia minta no akaun kakak tu and bank in duit sama kakak tu untuk bayar semua keperluan2 dia. Paling sikit dia bank in RM200, and kalau kakak tu cakap dia mau shopping something, dia akan kasi masuk RM500, RM300, RM800 (untuk sewa) so sejak Disember 2020 tu, dia yang tanggung semua perbelanjaan kakak tu biarpun dorang tidak pernah jumpa, dan cuma videocall ja. Dalam pada tu, lelaki tu sudah rancang selepas dorang nikah, dia akan sewakan rumah yg selesa untuk kakak tu tinggal. Cuma satu ja syarat lelaki tu adalah, pernikahan tu adalah tanpa pengetahuan bini2 lain. Dan dia tidak akan bermalam di rumah kakak tu sebab dia akan stay dengan bini pertama. Dia cuma akan jumpa sebelah siang ja, itu pun masa office hours. So bagi kakak tu, ni satu benda yang sangat menyenangkan dia. Sebab dalam pada dia akan ditanggung oleh bakal suami tu, dia juga boleh teruskan hidup dia yang macam bujangan, boleh lepak dengan kawan2, ada masa buat hobi dia dan the idea that you don't have to spend time with your husband all the time tu satu idea yang bagus, kurang pergaduhan, lebih banyak merindu dan still macam ala-ala couple sebelum kawin yg jumpa masa dating ja tapi pulang rumah masing2. So sekarang kakak tu cuma tunggu masa when larangan rentas negeri tu dibuka, dan dia boleh teruskan rancangan pernikahan sama lelaki tu di KL. 

If you ask me la kan, for me, lelaki dengan kata2 manis tu bersepah sana sini. Apa yang perempuan matang perlukan sebenarnya bukan lah Cinta yang utama, tapi adalah Security. Dan hal ehwal duit tu nda buli dinafikan adalah meliputi sebahagian besar Security yang perempuan mau. So lelaki biasanya lulus dalam macam2 perkara. Mungkin dorang lulus bab penampilan, lulus bab karier, lulus bab mengayat, lulus bab memberi harapan, lulus bab membuatkan kau di awangan, YES, dorang mungkin lulus benda2 tu semua. Ada yang bertanggungjawab, dan berniat untuk membahagiakan kau tapi dia teda kemampuan dari segi wang ringgit. Ataupun kau buli ja jumpa yang ada kemampuan wang ringgit tapi tidak dapat menanggung kau juga sebab kau bukan keutamaan dia dan dia nda pandai atur kewangan dia. So kau end up terkapai2 dan tidak bahagia. 

Cintan cintun tu bukan nda penting. Dia penting juga cuma cinta ni buli pudar. Kalau kita bersandarkan dengan cinta, akhirnya kita berisiko untuk still terkapai-kapai dalam perkahwinan yang tidak bahagia bila cinta sudah hilang. Security tu adalah sesuatu JAMINAN yang bila sudah teda cinta dan sayang, kau masih boleh teruskan hidup tanpa perlu hidup merempat biarpun hati kau sedih dan sunyi. Tapi sekurang2nya keselesaan hidup kau akan jadi penawar. Ini lah yang dicari oleh perempuan2 matang. Bagi sia apa yang dioffer sama kakak tu seperti orang mengantuk disorongkan bantal. Of course kalau dibagi pilihan, semua mau jadi bini yang satu-satunya. Mau jadi sorang ja yang dimanja. But dalam kes kakak tu, memang sudah dibenarkan oleh agama untuk lelaki bermadu, yang penting mampu. And lelaki tu telah buktikan dia ada kemampuan tu biarpun dari kejauhan dorang sekarang ni yang dia sudah mula menyara kakak. Bukankah itu sudah 50% menunaikan tanggungjawab dia? Kalau dia tiba2 bikin hal pun, bukan kakak tu yg rugi kan?

Jadi bayangkan la, pada awal kami cerita tu dia boleh menangis pasal lelaki yg memalukan dia dengan tiba2 cancel pertunangan, Can't you see why it has to happen? I told her, Kak, just let that man go! Sudah terbukti kenapa kakak perlu terluka dulu sebab kalau la kamu jadi bertunang, belum tentu kakak bahagia sebab lelaki tu belum buktikan apa2 pun. Sedangkan pertunangan pun dia boleh cancel last minute, imagine la apa benda lagi yg dia buli bikin. So look at it this way. Memang sudah tertulis yang terbaik untuk kakak iaitu ada lelaki yg lebih berbaloi untuk diberi komitment akan datang selepas luka dan tangisan itu. Walaupun kakak tu masih sakit hati dengan lelaki pertama tu, dia nda buli nafikan begitu besar punya rahmat yang datang sama dia lepas tu. Sampaikan dia buli sudah bayangkan yang tidak mustahil lelaki tu yg akan dapat hantar dia naik Haji. Tidak mustahil dia akan boleh melancong dengan kawan2  - semua impian2 ni dia ada cakap masa mula2 kami berbual tu yang kununnya "Kalau la sia menang loteri, sia akan buat itu buat ini," Bila teringat ja pasal loteri tu, sia buli tercakap, KAK, forget about the lottery. Ni lelaki la lottery kakak! Even better than impian menang berjuta duit yang entah boleh tercapai ka nda. Yang ni depan mata, terus satu pakej sama akhirnya dia dapat suami yang selama ni dia cari2. 

So jangan main2 sama kesakitan yang amat sangat. Selalunya yang lebih baik tu akan menjelma selepas itu and akhirnya kau terpaksa akun, kesakitan tu semua kau perlu lalui untuk "buka hadiah" yang disediakan untuk kau. Just have Faith :) 

Tuesday, February 16, 2021

Si Pelik & Si Tidak Tau Malu


Cuba kamurang baca tu tajuk balik. And then cuba imagine, apa macam kalau dua orang ni bertembung ah?

Si Pelik ni, well, seperti namanya, mimang pelik la ba kan. Kalau dia nda pelik, nda la dia kena kasi tu nama. Memang pelik dia tu lain macam la bah. Maybe sebab dilahirkan memang sebegitu complicated personality dia, jadi dia terpaksa jua akun yang dia memang si Pelik. Tapi si Pelik ni nda semestinya bangga dengan kepelikan dia tu. Sebab kepelikan dia tu buat dia susah didekati. Susah mau bikin kawan sama dia. Mau kesabaran. Dan kesabaran tu bukan semua orang ada. Besanya orang memang nda la sempat berkawan sama dia ni sebab kepelikan dia tu. So seperti dijangka, si Pelik ni nda ramai kawan. Tapi kawan2 dia yg sikit tu besanya akan appreciate friendship dia ni. So maybe ada jua kali sikit keistimewaan si Pelik ni. Hanya sebilangan manusia ja yang tau. So itu lah al-kisahnya si Pelik ni.

So alkisahnya the other side of the world wujud pula si Tidak Tau Malu ni. Jolokan tu bukan semestinya dari segi negatif. Come to think about it, si Tidak Tau Malu ni ada trait yg bukan biasa2 juga. Cos kalau dia biasa2, teda la dia kena bagi jolokan gitu. Cos di sebalik seorang yg Tidak Tau Malu, ada keberanian, ada keazaman, ada persistence - yang teda sama seorang yg coward. Tu pasal dia mungkin lebih sesuai kena panggil si Starring. Hahahahaahaha. Cos ciri2 starring tu lebih kurang sama ja. So persoalannya sekarang, sekiranya sudah aturan universe ni bikin si Tidak Tau Malu, bertembung sama Si Pelik, apa la yang mungkin berlaku?

Tapi kalau la bukan macam yang si Tidak Tau Malu ni, besanya kana limpas ja si Pelik ni sebab sepa la yang sabar sama dia tu. Tapi memandangkan si Tidak Tau Malu yang terlibat, mesti outcome dia berbeza. Mesti dia akan guna kestarringan dia tu juga. Kalau si Tidak Tau Malu ni ditakdirkan mau berkawan sama si Pelik, apa mcm la tu ah? Buli kah dorang ni berkawan dan kalau ya, berapa lama dorang buli kekalkan persahabatan dorang tu? Sia pasti kamurang curious. Sia pun curious juga.

Jadi kita tunggu dan lihat la apa macam kan? Kalau ada sudah jawapan, mungkin kita buli bawa balik ni topik di satu post di masa depan...

To be continued some other time...Hehe 

Friday, February 12, 2021

True Beauty...Indeed


I was just done with the final episode of True Beauty, a K-drama yang sia cuma testing2 just first episode and terus LOCKED and STUCK. Actually sia ni not the most addicted fan of K-drama, cos I know friends yang jenis akan tengok apa ja drama terbaru, kau mention ja tajuk pun dorang tau sudah. I'm not like them. Since Crash Landing On You, there were a few good dramas but of course still ada level kebagusan masing2. Speaking of CUTENESS, the first K-drama yang palingggg kiut sia penah tinguk is You're Beautiful, penuh kekiutan tu drama. But looks like sia sudah jumpa pengganti kepada K-drama yg paling kiut yang sia pernah tinguk. Yes, this True Beauty is right for that.

Kiut GILAAA. Tu ja sia dapat cakap. Dari awal sampai habis ni cerita, yes ada adegan air mata. Tapi kekiutan dia tu betul2 overload eh. Sebenarnya, di usia makin dewasa and matang ni, besanya kita makin jauh tinggalkan zaman remaja yang penuh dengan ke-sweet-an yang innocence. Masa tu kan zaman kita baru kenal feeling2 yang cintan-cintun ni. Baru kenal rasa camana jantung berdegup bila berdepan orang yg kita suka, camana struggle with acceptence oleh kawan2, camana we struggle dengan isu penampilan yang dijadikan sebab kita dijadikan ejekan or mangsa buli di skul. Cerita True Beauty ni adalah semua tu. Sia generally tidak akan berminat kalau orang cakap cerita ni pasal remaja2, cos macam cliche and boring ba kalau difikir sekali imbas. But this drama berjayaa dengan jayanya bikin sia glued to my chair. 

Main actor dia si Lim Ju Kyung, remaja perempuan innocent yang struggling sama muka dia yang dilabel sebagai hodoh, sampaikan dia jadi mangsa buli oleh budak2 di sekolah dia. I like that dorang pilih pelakon perempuan yg fresh di mata sia sebab sia belum pernah nampak dia sebelum ni, jadi sia nda terbawa-bawa sama character dia yg lain. She nailed it eh. Bila dia sebagai si hodoh, it's believable sebab there's something genuine about her. And then dia nda tahan sudah, dia pindah sekolah. Dia decided untuk mekap dan ubah penampilan dia supaya dia  boleh mulakan hidup baru di sekolah tu. Then when dia makeup, dia jadi sangat cantik, and also believable, Sebab mekap dia light and not trying too hard but glowing. Jadi dia jadi si hodoh or si cantik, dua2 dia nail. Sia suka watak si Ju Kyung ni. Sebab dia remind me of myself juga. Buat sia teringat balik sama kawan2 and senior yang pembuli. Si Ju Kyung yg lurus bendul ni pun reminds me of myself juga. 

Then the hero, OMG. He's so darn charming. Really really the type yang bikin melting. Sia usually suka ni character hero macam ni yang nampak KEBAL, susah mau tembus. Yang sombong, yang susah didekati, yang arrogant, tapi tu lahh, memang besanya dorang ni chaebol or anak orang kaya yang memang logiklah untuk pandang rendah orang lain. So si Lee Soo Ho ni memang hero cerita ni yang sangat2 perfect. Suara dia, style dia cakap guna tone yang slow, and jenis yg cakap sepatah2, dia bikin sia suka ni cerita even more sebab he's so damn attractive and camana he gets all the attention from being the top student, and he has a father yang famous, and the same time dia live alone di apartment dia yg buat dia a loner and tidak perlukan orang lain. So how watak si lelaki handsome, kaya dan pintar ni buli terjumpa si perempuan hodoh - memang sangat2 menarik. Yes I know it's a story yang selalu kita dengar. But penyampaian dorang tu kena di hati sia, kena di mata sia, buat sia Tidak give up sampai last episode.

U should know that sia banyak watch K-drama yg only half way. Dorang best tapi suddenly momentum tu menurun. Ada yang sampai episode 4 terus sia rasa cerita dia serabut. Sia stop. Ada yang best sampai 6 episode, lepas tu cerita spoil sebab satu scene yang sia rasa excitement tu boleh diprolong, tapi dikasi pendek. Pun spoil juga. Drama2 yang sia tinguk sikit2 ni terlampau la banyak, so trust me kalau sia tinguk sampai habis, ertinya tu drama memang impact dia kaw-kaw punya.

Drama ni bikin sia balik pi emosi zaman remaja yang besttt betul. Scene2 romantic dorang, dengan perangai innocent si Ju Kyung tu dan perangai jual mahal si Soon Ho tu bikin tu scenes exciting and bikin kau senyum2, lepas tu hati berbunga2. YES. It made me feel like that. Character tambahan dia, daripada kawan2 sekolah, cigu2, and family si Ju Kyung, semuanya ceria dan ada kelucuan masing2. I cannot help but just get glued to the next and the next episodes. Teda paksaan langsung mau tinguk ni drama. Momentum ni cerita berjaya untuk kekal bagus, teda scene2 yang bikin spoil or too much distraction yang bikin sia mau skip. 

Gadis hodoh yang dapat menawan hati 2 lelaki yg paling top di sekolah tu, dan camana kawan2 dorang tu memainkan peranan untuk menghidupkan suasana zaman remaja yang seronok and akan dirindui semakin jauh kita tinggalkan. Cerita ni, sampai episode akhir, dia give Justice sama semua watak2. Teda satu pun yg tertinggal. Dan dorang kasi banyak adegan romantic antara Ju Kyung and Soon Ho tu, like Full Blast kasi kaw2, sampai kan sia rasa YES, Enoughh! Sebab besa kita tengok romance drama yang terlampau layan konflik dan kau cuma nampak adegan sayang2 tu di scene paling akhir. Di True Beauty ni, dia kasi scenes sweet tu secukup-cukupnyaa sampai kau ndakan minta lebih dari tu. Macam dia betul2 buli baca fikiran audience yang at one point, definitely dorang mau tinguk more of these two lovebirds, and yess, memang tu la yg dorang kasi. Semua point2 sweet and cute yang dorang sentuh dari awal cerita tu, dibagi hilight yang secukupnya, sampaikan teda satu pun yg tertinggal dan dibazirkan. YESS, that's True Beauty.

Masa sia mau habis sudah tengok tu drama tadi, dalam hati sia berabis cakap, I want to review this drama so I won't forget what I feel about it. Sampai ada part tu sia rasa hati sia keluar bunga2, antaahhh tetiba pula hati buli keluar bullet bunga2. Kalau tumbuh bunga tu kita faham lagi kan tapi ni keluar bunga bah. Hahahahahahaha. Maybe itu kilig (tagalog word) datang daripada tu idea yang si Ju Kyung ni macam Cinderella yang telah berjaya bikin Prince Charming tu tergila-gilakan dia. Yang kenapa la semua orang nda percaya camana begitu punya handsome buli suka sama si Ju Kyung ni. Gila ehh. I love this drama, seriously. Dengan soundtrack2 yang best, cukup perisa serba serbi.

So, kepada drama2 best yang sia belum tinguk, Good Luck in trying to replace this drama as the CUTEST K-drama I've ever watched. I don't think it's gonna be easy though. *giggles.
Hi guys, Happy February!

Thursday, January 28, 2021

Jangan Terlepas Pandang...

Sekadar satu renungan...


Masa2 MCO ni biasalah kalau ada yang terjejas kerja so akan biasa kita dengar keluhan2 yang bisnes kurang, so kurang kesibukan. Kita terlalu banyak masa untuk relax. Tapi adaka kita terlepas pandang yg ketidaksibukan tu bagi kita masa untuk benda2 lain yg kita suka tapi selalu teda masa bikin. Mungkin tidak bagi pulangan wang ringgit tapi bagi kita kepuasan dalam lebih menikmati hidup. So sometimes kita kena fikir sebelum terlalu banyak mengeluh. Keluhan kita tu mungkin cuma seminit dua tapi kalau diulang-ulang, semakin berbunyi Riak walaupun terhadap diri sendiri sebab kita tidakkan manfaat yg tersembunyi.

Selalu fikir dulu keadaan diri kita yang tidak sempurna. Emosi kita, kemahuan kita, semuanya penuh dengan ketidaksempurnaan. Jadi...Kita TIDAK sentiasa betul. Sometimes kita paling banyak mengeluh masa kita ada di atas. Sebab masa tu serba serbi datang dengan mudah dalam hidup kita. Tangan kita penuh. Ada ramai kawan. Ada ramai yang sayang dan minat dan ada ramai yg menghargai kita. Tapi bukan sentiasa begitu ya kawan2.

Mungkin ada tiba masanya yang teda sepa peduli kita. So kalau memikirkan kemungkinan tu, mungkin ada baiknya kita berhenti mengeluh dengan nikmat2 kehidupan yang rasa macam bebanan pada masa ni. Bagus la ada orang2 yang selalu mau jumpa kau, mau bercakap sama kau, mau kau sentiasa ada dan definitely someone yg mau dengar bebelan kau seharian. Biarpun ada masanya kau rimas dan rasa "kebisingan", tapi percayalahh, itu adalah part and parcel kepada kemeriahan hidup yang kau akan rindukan satu masa nanti. 

So thank God sia sedar juga la sebab sometimes sia sendiri pun macam tu. Sometimes sia rasa sia attention-drunk sudah, and sia mengeluh balik2 yang I don't need that attention. Yang sia ok dengan bikin hal sia sendiri ja. How selfish kan? Sebenarnya I can't lie to myself ni semua menjadikan hidup sia sangat2 best. And sia perlu berhenti untuk selfish dan lebih menghargai. Harap2 sia buli buat lebih dari ni. Start appreciating my friends yang lain2 karenah and appreciating my customers more by meeting the dealines and attending to them more efficiently. Thank you ah God sebab kasi sia kesedaran ni.

256, cukup2 la selfish...:)  2021, lets do more things together.


Saturday, January 23, 2021

Kita Juga Akan Tua



Sia pernah bercakap pasal sorang kenalan veteran ni. But selepas last time sia tulis pasal dia ni, sia tend to know more about her selepas tu. Actually life dia at the age of 68 memang buat sia terfikir banyak benda. 

When she came to my place the other day, sia got to talk to her one to one, saja sia mau test memory dia sebab ada kawan yang anggap dia ni macam ada memory problem. I know that at home, dia tinggal dengan anak lelaki dia yang adalah anak angkat. Tapi anak angkat dia ni category lelaki lembut so dia ada tendency untuk suka lelaki. But sebagai ibu veteran macam kakak ni, dia pasrah ja biarpun dia tau kegiatan hubungan sejenis anak dia tu. Dan dia ada perangai yg sikit bebas. Dia biasa bawa ramai2 kawan datang rumah tu, mostly perempuan, untuk stay overnite di sana. Dia buat semua tu tanpa tanya pun mama dia. In other words, mama dia tu macam nda wujud ja. Dia nda mampu bising sebab dia teda tenaga untuk marah, dan kalau dia tegur sikit, anak dia tu pandai memberontak, menjawab balik dan merajuk. So mama dia prefer untuk berdiam diri ja. Dia cuma tempat anak dia tu minta duit dan dia kasi ja berapa anak dia minta. Dan tidak pernah anak dia minta keizinan untuk apa pun. Cuma sebagai mama, dia sentiasa ingat anak dia tu. Ke mana2 dia pegi dia akan tapaukan makanan untuk anak dia. Itu lah fungsi dia di rumah tu. Kakak tu adalah 2 anak kandung perempuan, dua2 sudah kawin dan tinggal lain rumah.  Masalahnya, ketiga-tiga anak dia tidak berngam. So imagine la apa macam hidup dia sebagai seorang mama yang atur hidup sendiri ja. Sebab dia ada pencen dan ada sumber pendapatan rumah sewa, so maybe anak2 dia rasa dia tidak perlukan bantuan. Sia kenal kakak ni pun sebab dia pernah join kami mansau. Terpikir juga sia betapa kesunyiannya dia sampai boleh join kami jalan2 untuk mengisi masa. 


So masa tu, sia ambil kesempatan tanya dia macam2 soalan. Dia actually tidak la sebegitu pelupa. Banyak benda dia ingat pasal masa muda dia. Bila sia tinguk gambar2 lama dia masa dia masih muda, anak2 masih kecil, dia nampak macam gambar keluarga yg biasa kita nampak kena share di social media. Yang meriah, yang bahagia, yang penuh kasih sayang dan sia pasti masa gambar tu diambil, teda sepa sangka yg akan begitu jadinya situasi dorang pada hari ni. Kakak tu adalah seorang penjawat awam yang dulunya sangat lincah, pandai bergaya, rajin bekerja, selalu outstation demi untuk cari duit overtime yang quite lumayan juga masa tu. So mungkin pasal dia selalu teda di rumah, laki dia menjalinkan hubungan sama kawan sekerja yang akhirnya adalah orang ketiga dalam perkahwinan dorang. Selepas cerai, dia jadi single mother yg besarkan anak2 dia sorang. My point is, kita buli reflect sendiri sama kehidupan kita hari ni. Apa juga yang kita ada pada hari ini, teda gerenti yg dia akan turn out jadi seperti yang kita jangka. Dalam kes kakak tu. sekurang2nya kita jangka anak2 dia yang jaga dia sekarang, jauh sekali untuk jadi ibu yang kesunyian macam sekarang ni. Terpaksa drive sorang2 dengan kereta kancil dia hanya untuk cari makanan sebab dia sudah tidak larat masak. Baru sekarang dia cakap dengan kami mau pigi melancong, sedangkan dia sebenarnya teda sudah kecergasan tu untuk ke sana ke mari. Sampai sia terfikir, kenapa dia nda buat semua tu masa muda dia ah?

Dia buat sia rasa a bit gusar memikirkan uncertainty di masa depan. Bila sia tinguk situasi life sia sekarang yang sia betul2 love life sia, walaupun dalam keadaan hidup yg serba sederhana, tapi sampai bila la sia ada semua ni kan? Tanya soalan yang sama dengan diri kamu sendiri. Kita ni sambil lewa ja dengan nikmat kehidupan di hari ni. Peluang disia-siakan as if kita confirm yang hidup kita akan sentiasa konsisten begini. Kawan2 kita yg ramai hari ni, adakah dorang ni masih ada untuk kita at least 10 tahun dari sekarang? Teda sepa yg ada jawapan. 

I can't help but untuk lebih menghargai setiap inci hidup sia ni. Bila fikir balik, apa la yang susah betul mau faham kan? Di masa kita bertenaga untuk buat apa ja, masa ni la kita buat. Jangan tunggu, jangan tangguh. Kita bukan sentiasa macam ni. Satu masa nanti, Kita Juga Akan Tua and lose the advantage yg kita ada masa muda. So jangan  angkuh dengan masa muda dengan berfikir kita akan ada masa untuk semua benda bila kita bersedia. Maybe ini lah masanya. This is the time to do it. Not later. Not someday. Cos masa kita tua, kita tidak tau apa ceritanya. Kalau masa tu kita tidak berdaya, kita tidak boleh pusing masa. Jadi jangan terlalu sandarkan dengan masa tua sebab masa sekarang la yang Terbaik untuk lakukan semuanya.


Jangan ada satu penyesalan pun untuk dibawa ke hari tua. Lets do something today that our future self will thank us for. 

Wednesday, January 20, 2021

Welcome, Twenty Twenty One


It's the 20th of Twenty Twenty One. So how's everyone doing? Good? Well, thank God we are still here! It's still not too late for me to do some flashback of 2020. How we could just let 2020 go without a proper goodbye, right? You may be 18 days away but No, I will still give you the red carpet towards that door. You are not that far yet. You can still see me.

2020 has been really a fantastic year for me, guys. I don't know how to say this differently cos I've said it so many times but I'm gonna say it again. Although we were struck by C19, but I remember "The Struggles" to still enjoy every bit of life, with the sickness that hit me, how every steps I made became even more meaningful. I remember how uncertain I was with my conditions that I had to stay alert all the time but I was so strong to fight it. I WANTED TO LIVE happily and I claimed my happiness in a way more than I usually did when I was healthy. Until the end of the 2020, I could happily admit that my mission was accomplished. I could never forget 2020 and all its glory. 

Well now, Welcome Twenty Twenty One. You already know that you might not have that burden as heavy as Twenty Twenty but a lot of us put hopes on your shoulder although we are more realistic now with the still ongoing C19 pandemic around the world. I don't know yet, but I don't think I will make an exception for you, not sure if that makes you happy or not. I will make you beat Twenty Twenty. I WILL. Now with MCO 2.0 in progress and I'm off from office for 6 days now, I should have already recharged and hibernated enough to get my visions clearer how to sail my ship from here. 

Guess what, it looks darn intriguing from here. I can't wait to find out. I can't wait to make it happen. I can't wait to MAKE YOU GREAT. Lets do this together, shall we?

Have a blessed Twenty Twenty One my dear readers :)